Tuduhan Lagu “Tepuk Anak Sholeh” Intoleran Beraroma Faham Sekuler

894a0730-234d-4c86-880a-9ff2d4fda5f6Baru-baru ini lagu “Tepuk Anak Sholeh” menjadi perbincangan hangat. Pasalnya, lagu yang sudah dinyanyikan sejak puluhan tahun lalu ini dituduh mengajarkan anti toleransi pada anak. Sebab, dalam lirik lagunya ada “Islam Yes, Kafir No”. Tuduhan ini disampaikan oleh Ketua Himpunan Pendidikan dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini (Himpaudi), Khasanatul Mufidah. Bahkan beliau meminta agar lagu itu dihentikan, atau liriknya diubah.

 

Tuduhan ini kemudian memperoleh banyak tanggapan dari umat Islam. Mereka mempertanyakan kenapa lagu itu dituduh intoleran? Apa penyebabnya? Di mana salahnya? Bukankah lagu itu sudah lama, kenapa hanya sekranga yang dipermasalahkan? Bukankah lagu itu sudah puluhan tahun yang lalu dan anak-anak normal-normal saja? Baca lebih lanjut

Iklan

Masa Muda Menanam, Masa Tua Memanen

masa-muda-syadiriSering kita melihat anak muda hidup “seenaknya” saja. Hari-harinya hanya diisi dengan hal yang sama sekali tidak bermenfaat. Dugem, begadang, dan nongkrong di jalanan. Prinsip mereka mumpung masih muda. Padahal, masa muda adalah penentu masa tua. Masa muda menjadi tolak ukur kehidupan di masa berikutnya.

Dalam hal ini, konsep yang sangat sesuai adalah “Barang siapa yang menanam, dialah yang memanen”. Tentu, menanam dan memanen memiliki renggang waktu. Setelah menanam, tidak langsung memanen. Tidak. Semua ada waktunya. Nah, dalam kehidupan ini, masa muda adalah waktu menanam, masa tua waktu memanen. Baca lebih lanjut

Seks Halal Bisa Dijadikan Alasan Utama Menikah

Catatan untuk Pernikahan Alvin Faiz dan Larissa Chou

Larissa-Chou-dan-M-Alvin1Akhir-akhir ini, sering kali foto Muhammad Alvin dan Larissa Chou nimbrung di beranda medsos saya. Awalnya, saya acuh. Sampai suatu ketika saya menemukan video di Youtobe tentang mua’llaf Larissa. Saya pun melihat-lihat video tentangnya. Yang saya tonton sampai selesai, video larissa yang menceritakan kenapa dia masuku Islam. lalu, perjuangannya memakai hijab. Di Video itu juga ada komentar Alvin. Juga, sahabat Larissa. Hanya sebatas itu yang saya ketahui tentang mereka berdua.

Pada suatu ketika, saya baca-baca esai. Dari situ saya tahu bahwa Muhammad Alvin Faiz dan Larissa adalah pasangan suami istri yang baru menikah. Tepatnya, tanggal 5 Agustus 2016 di masjjid Az-Zikra, Bogor. Namun, dalam esai yang sedang diikutkan lomba bertema ‘kemanusiaan’ itu ternyata mengkritik Alvin. Kenapa Alvin harus menikah sedini itu? Baca lebih lanjut

Pemindahan Kiblat: Ta’abbudi bukan Frustasi?

kabahBaru-baru ini ada tulisan ngawur yang perlu ditanggapi. Tulisan itu mengatakan, Rasulullah saw. memindah kiblat dan Baitul Maqdis ke Kakbah karena frustasi dan kecewa kepada Yahudi yang tidak menginguti ajaran beliau. Sebelumnya, Rasulullah berharap Yahudi mengikuti ajakan beliau. Untuk itu, Rasulullah membenarkan bahkan mengerjakan sebagian ibadah Yahudi, seperti berpuasa pada hari Asyura’ dan memindah kiblat ke Baitul Maqdis. Karena Yahudi ternyata tetap tidak mememluk Islam, beliaupun Frustasi dan memindah Kiblat ke Kakbah. Baca lebih lanjut

Suami-Istri Romantis Disayang Allah

suami-romantisMenikah adalah fitrah manusia. Menikah tidak bisa dipisahkan dengan kehidupan. Dengan menikah itulah kehidupan terus berkenisambungan. Islam tidak melarang pemeluknya untuk menikah. Siapapun dan di manapun. Bagi orang yang sudah waktunya dan memiliki cukup ‘modal’ sangat dianjurkan untuk menikah. Rasulullah sendiri pernah bersabda, “Nikah itu sunahku. Barang siapa yang membenci sunahku, dia bukan golonganku.”

Namun demikian, Islam tidak hanya menganjurkan menikah, tapi juga bagaimana pernikahan itu sakinah. Pernikahan yang dipenuhi dengan gelak tawa. Bukan penjara yang menyesakkan dada. Tak heran jika Islam memberi kereteria-kereteria siapa saja yang harus dipilih untuk dinikahi. Akan tetapi, kereteria yang paling ditekankan adalah kesalehan diri. Dengan kesalehan diri, seseorang bisa menghadapi masalah dengan tenang hati. Bisa memperlakukan pasangan sesuai dengan bimbingan yang diajarkan nabi. Baca lebih lanjut

Happy Birthday, Salat

tata-cara-sholat-dhuhaSebagaimana yang kita ketahui, salat maktubah diwajibkan pada waktu Rasulullah Isra’-Mi’raj. Tepatnya –menurut sebagian ulama- pada malam Senin, tanggal 27, bulan Rajab, setahun sebelum hijrah. Dengan demikian, tanggal 27 adalah tanggal ulang tahun salat. Bulan Rajab adalah bulan ulang tahun salat. Lalu, hadiah apakah yang harus kita berikan pada salat?

Tentu, hadiah yang harus kita berikan adalah sesuatu yang berharga. Sesuatu yang pantas kita banggakan kelak di hadapan Allah swt.. Kita tidak perlu pelit menghadiahkan ‘sesuatu’ untuk salat. Sebab, hadiah itu kembali kepada kita sendiri. Memberi hadiah untuk salat, berarti memberi hadiah untuk kita sendiri. Baca lebih lanjut

Nabi Yusuf Melukai Jari, Nabi Muhammad Melukai hati ?

downloadTidak diragukan lagi bahwa Rasulullah saw. adalah makhluk yang sempurna. Baik secara fisik atau akhlak. Secara fisik beliau adalah ciptaan Allah yang memiliki ketampanan luar biasa. Tidak seorangpun yang mampu menandingi ketampanan beliau. Sahabat Barra’ mengakatan, “beliau adalah manusia yang wajahnya paling tampan, ciptaannya paling sempurna….” (HR. Muslim)

Lalu, kenapa tidak satu wanitapun yang terlena oleh ketampanan Rasulullah? Padahal dalam al-Quran disebutkan banyak wanita yang terlena oleh ketampanan Nabi Yusuf As., sehingga tanpa terasa, mereka melukai jari-jari mereka. Saking takjubnya pada ketampanan Nabi Yusuf, mereka mengatakan, “……Maha sempurna Allah, ini bukanlah manusia. Sesungguhnya ini tidak lain hanyalah malaikat yang mulia.” (QS. Yusuf: 31) Apakah memang benar Nabi Yusuf lebih tampan dari Rasulullah saw..? Baca lebih lanjut