Tuduhan Lagu “Tepuk Anak Sholeh” Intoleran Beraroma Faham Sekuler

894a0730-234d-4c86-880a-9ff2d4fda5f6Baru-baru ini lagu “Tepuk Anak Sholeh” menjadi perbincangan hangat. Pasalnya, lagu yang sudah dinyanyikan sejak puluhan tahun lalu ini dituduh mengajarkan anti toleransi pada anak. Sebab, dalam lirik lagunya ada “Islam Yes, Kafir No”. Tuduhan ini disampaikan oleh Ketua Himpunan Pendidikan dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini (Himpaudi), Khasanatul Mufidah. Bahkan beliau meminta agar lagu itu dihentikan, atau liriknya diubah.

 

Tuduhan ini kemudian memperoleh banyak tanggapan dari umat Islam. Mereka mempertanyakan kenapa lagu itu dituduh intoleran? Apa penyebabnya? Di mana salahnya? Bukankah lagu itu sudah lama, kenapa hanya sekranga yang dipermasalahkan? Bukankah lagu itu sudah puluhan tahun yang lalu dan anak-anak normal-normal saja?

Karenanya, perlu bagi kita untuk mengkaji, benarkah lagu “Tepuk Anak Sholeh” itu intoleran?

Sebenarnya, lagu “Tepuk Anak Sholeh” itu mengajarkan kepada anak-anak kita bahwa Islam adalah agama yang benar. Selain Islam itu salah. Islam diridai Allah, selian Islam itu dimurkai Allah. Itu pelajaran sederhananya.

Orang yang tidak beragama Islam, istilahnya menurut Islam adalah kafir. Sama dengan orang Kristen yang menyebut orang di luar Kristen sebagai domba-domba tersesat. Itu istilah dalam agama. Tidak ada masalah. Maka, lagu “Tepuk Anak Sholeh” mengajarkan jagang menjadi kafir. Kafir itu No!. Harus Muslim. Harus Islam. Islam selamanya. Sampai mati. Sebab, kalau sampai keluar dari Islam, maka nerakalah tempatnya. Itu keyakinan Islam.

Jadi, dilihat dari sudut pandang Islam, lagu itu tidak ada maslah. Bahkan, mengajarkan kepada anak-anak agar selalu berpegang teguh pada Islam. Sebagaimana Allah menegaskan bahwa siapapun jagan sampai menjadi kafir. Harus Islam sampai mati. Allah berfirman, “Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam.” (QS. Ali Imran [03]: 102)

Apakah berkeyakinan seperti di atas itu intoleran atau radikal? Jelas tidaklah. Sebab, dalam Islam keyakinan memang tidak boleh kompromi dengan non-islam. Islam ya Islam. Kafir ya Kafir. Tidak ada kepaduan diantara keduanya. Sebagaimana yang diajarkan oleh surat al-Kafirun. Agama kalian agama kalian, agamaku agamaku.

Dalam masalah selain keyakinan, tidak masalah berkompromi dan bersama-sama. Tidak masalah bersama-sama memperbaiki jalan, berbisnis, atau apalah. Sebab bukan masalah keyakinan.

Namun jika dilihat dari sudut pandang sekuler, bisa saja lagu “Tepuk Anak Sholeh” itu dianggap intoleran. Sebab mereka memiliki divinisi sendiri tentang moderat. Dalam bukunya, Misyakat, Dr. Fahmy Zarkasyi mengutip divinisi Islam Moderat yang tertara dalam situs sekuler “muslims against shariah”.

Dalam situs itu ditulis begini diantaranya, moderat adalah yang tidak antibangsa semit, menentang khilafah, kritis terhadap Islam, menganggap Nabi bukan contoh yang perlu ditiru, pro-kebebasan beragama, pro-kesetaraan gender, menentang jihad, menentang supremasi Islam, pmerintah sekuler, pro atau netral terhadap Israel, tidak bereaksi ketika Islam dan Nabi Muhammad dikritik, menentang pakaian Islam, menentang syariat, menentang terorisme serta pro humanisme universal.

Menurut Graham Fuller –masih dalam kutipan Dr. Fahmi Zarkasyy- moderat adalah yang menolak literalisme dalam memahami kitab suci, tidak menopoli penafsiran Islam dan menekankan persmaan dengan agama lain bahkan tidak menolak kebenara gama lain.

Nah, dari dua pengertian moderat di atas, orang yang memperjuangkan syariat itu intoleran. Orang yang mengagnggap hanya agama Islam yang benar itu intoleran. Orang yang mengatakan Islam oke, Kafir no itu intoleran, karena menyalahkan kafir. Maka, penulis curiga, jangan-jangan ada faham sekularisme dalam tuduhan intoleran kepada lagu “Tepuk Anak Sholeh”.

Jadi, lagu “Tepuk Anak Sholeh” hanya ingin mengajarkan kepada anak-anak, Islamlah agama yang benar, selian Islam tidak. Islamlah yang harus dipegang erat sampai mati, kafir sama sekali tidak boleh terbesit dalam hati. Maka, salah jika lagu ini dituduh intoleran. Orang yang menuduh lagu ini intoleran, patut dicurigai ada faham sekuler dalam dirinya. Islam Yes, Kafir No !

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s