Merajut Ukhuwah dengan Surat Al-Maidah: 51

al-maidah

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَتَّخِذُوا الْيَهُودَ وَالنَّصَارَى أَوْلِيَاءَ بَعْضُهُمْ أَوْلِيَاءُ بَعْضٍ وَمَنْ يَتَوَلَّهُمْ مِنْكُمْ فَإِنَّهُ مِنْهُمْ إِنَّ اللَّهَ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الظَّالِمِينَ  [المائدة: 51

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin(mu); sebagian mereka adalah pemimpin bagi sebagian yang lain. Barangsiapa diantara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim.”

Baca lebih lanjut

Iklan

Masa Muda Menanam, Masa Tua Memanen

masa-muda-syadiriSering kita melihat anak muda hidup “seenaknya” saja. Hari-harinya hanya diisi dengan hal yang sama sekali tidak bermenfaat. Dugem, begadang, dan nongkrong di jalanan. Prinsip mereka mumpung masih muda. Padahal, masa muda adalah penentu masa tua. Masa muda menjadi tolak ukur kehidupan di masa berikutnya.

Dalam hal ini, konsep yang sangat sesuai adalah “Barang siapa yang menanam, dialah yang memanen”. Tentu, menanam dan memanen memiliki renggang waktu. Setelah menanam, tidak langsung memanen. Tidak. Semua ada waktunya. Nah, dalam kehidupan ini, masa muda adalah waktu menanam, masa tua waktu memanen. Baca lebih lanjut