Karma Orang Tua

250272_4216673501234_577836199_nبَرُّوا آباءَكُمْ تَبَرُّكُمْ أَبْنَاؤُكُمْ

“Berbuat baiklah kalian pada orang tua kalian, maka akan berbuat baik pula pada kalian anak-anak kalian………………………..” (HR. Thobroni)

Orang tua kita mencintai kita karena cinta itu sendiri. Kalau kita bahasakan lebih puitis lagi, cinta orang tua kepada anaknya tanpa “karena”. Cinta mereka memang murni dari hati. Allah swt. yang menitipkan di dalamnya. Dari cinta itu, lahirlah pengorbanan tak bertepi. Sampai kapanpun, kita tidak mungkin bisa membalasnya. Apapun yang kita persembahkan kepada mereka, tidak mungkin bisa menebus pengorbanan mereka. Tidak mungkin.

Tak heran, jika Allah swt. memerintahkan kepada semua hambanya agar mencintai orang tua. Berbuat baik kepada mereka. Jangan sekali-kali menyakiti mereka. Allah swt. berfirman, “……dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia.” (QS. Al-Isra’: 23)

Selanjtunya, Rasulullah saw. menegaskan, bahwa ada karma orang tua. Kalau kita berbuat baik kepada orang tua kita, anak-anak kita juga akan berbuat baik kepada kita. Jika kita menyakiti mereka, anak-anak kita juga akan menyakiti kita.

Mari renungi cerita berikut. Suatu ketika, ada seorang anak diajak ayah, ibu dan neneknya ke suatu tempat. Tujuannya adalah panti jumpo untuk menitpikan nenek yang sudah tua tadi di sana. Setelah urusan administrasi selesai, ayah dan ibu mengantar si nenek ke sebuah kamar yang sudah disediakan. Isi koper si nenek dipindah ke lemari yang ada di kamar itu. Sang nenek sedih. Wajahnya sendu. Sebentar lagi dia akan hidup jauh dari keluarga. Menjadi sebatang kara.

Sejurus kemudian, ayah dan ibu itu berpamitan meninggalkan sang nenek. Seorang anak itu pun ikut pulang. Sesampainya di tempat parkir, si anak kembali sambil berlari. Dia kembali ke kamar neneknya untuk mengambil koper yang memang sengaja tidak di bawa. Tentu, ayah dan ibu bingung ketika melihat anaknya membawa koper. Mereka pun kemudian bertanya, “Kenapa kamu ambil kopernya nak?” “Koper ini penting bagi saya. Suatu saat, koper ini dapat dipakai lagi untuk mengantarkan ayah dan ibu tinggal di sini.” Jawab si anak polos.

Ayah dan ibu itu saling berpandangan. Mereka pun kembali ke kamar nenek dan membawa nenek itu pulang.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s