Membantu bukan untuk Dibantu

menolongمَنْ يَشْفَعْ شَفَاعَةً حَسَنَةً يَكُنْ لَهُ نَصِيبٌ مِنْهَا وَمَنْ يَشْفَعْ شَفَاعَةً سَيِّئَةً يَكُنْ لَهُ كِفْلٌ مِنْهَا وَكَانَ اللَّهُ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ مُقِيتًا

“Barangsiapa yang memberikan syafa’at yang baik, niscaya ia akan memperoleh bahagian (pahala) dari padanya. Dan barangsiapa memberi syafa’at yang buruk, niscaya ia akan memikul bahagian (dosa) dari padanya. Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.” (QS. An-Nisa’:85)

Hidup di dunia ini, pasti butuh pada orang lain. Kita tidak bisa hidup sendiri. Tidak mungkin bisa memeneuhi kebutuhan kita sendiri. Tidak bisa. Tak ayal, jika Allah swt. memerintahkan kita untuk saling membantu. Tentunya, dalam kebaikan. Baca lebih lanjut

Iklan

Menyayangi Disayangi

cintaالرَاحِمُونَ يَرْحَمهُمْ الرَحْمَن اِرْحَمُوا مَنْ فِي الأَرْض يَرْحَمُكُم مَنْ فِي السَّمَاءِ

“Para pengasih akan dikasihi oleh Maha Pengasih. (Maka,) kasihanilah orang-orang yang ada di bumi, maka kalian akan dikasihani oleh yang ada di langit.” (HR. Thobroni)

Orang yang memiliki rasa kasih sayang pada siapa saja yang ada di muka bumi, baik itu manusia atau hewan, dia akan disayang Allah, tuhan semesta alam. Oleh karena itu, pupuklah kasih sayangmu terhadap orang-orang yang ada di bumi. Maka, orang-orang yang ada di langit juga akan menyayangimu. Baca lebih lanjut

Dua Sisi Sahabat

 

sahabat2لَا يَفْرَكُ مُؤْمِنٌ مُؤْمِنَةً إِنْ كَرهَ مِنْهَا خُلُقًا رَضِيَ مِنْهَا آخَر أَوْ قَالَ غَيْرَهُ

“Orang laki-laki mu’min tidak (boleh) benci pada perempuan mu’min. (Sebab,) jika dia menbenci suatu budi pekerti darinya, dia juga menyukai budi perkerti yang lain.” (HR. Imam Muslim)

Kita pasti punya sahabat. Lebih dari satu. Perilaku mereka berbeda-beda. Ada yang didomniasi perilaku baik. Ada yang didomniasi perilaku jelek. Ada yang seimbang. Dan seterusnya. Yang jelas, tidak mungkin ada sahabat yang benar-benar sempurna. Pasti memiliki kekurangan. Pasti memiliki akhlak jelek. Untuk itu, perlu kiranya untuk merenungi Hadis di atas. Baca lebih lanjut

Manusia Perantara, Allah Penentu Segalanya

malaikat allah - muslimklopediaSebagai makhluk hidup, kita pasti memiliki kebutuhan. Baik yang perimer maupun sekunder. Kita butuh sandang dan pangan. Kita butuh kendaraan. Kita butuh ini dan itu. Untuk memenuhi kebutuhan itu, kita banting tulang memeras keringat. Berangkat pagi pulang malam. Melawan panas menerobos hujan. Tantangan ditaklukkan. Nyawa ditaruhkan. Bahkan, kadang agama diperjual belikan. Baca lebih lanjut

Karma Orang Tua

250272_4216673501234_577836199_nبَرُّوا آباءَكُمْ تَبَرُّكُمْ أَبْنَاؤُكُمْ

“Berbuat baiklah kalian pada orang tua kalian, maka akan berbuat baik pula pada kalian anak-anak kalian………………………..” (HR. Thobroni)

Orang tua kita mencintai kita karena cinta itu sendiri. Kalau kita bahasakan lebih puitis lagi, cinta orang tua kepada anaknya tanpa “karena”. Cinta mereka memang murni dari hati. Allah swt. yang menitipkan di dalamnya. Dari cinta itu, lahirlah pengorbanan tak bertepi. Sampai kapanpun, kita tidak mungkin bisa membalasnya. Apapun yang kita persembahkan kepada mereka, tidak mungkin bisa menebus pengorbanan mereka. Tidak mungkin. Baca lebih lanjut

Kenapa Kita Masih Berani Durhaka?

وَلَقَدْ خَلَقْنَا الْإِنْسَانَ وَنَعْلَمُ مَا تُوَسْوِسُ بِهِ نَفْسُهُ وَنَحْنُ أَقْرَبُ إِلَيْهِ مِنْ حَبْلِ الْوَرِيدِ [ق: maksiat_sepi16

“Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dan mengetahui apa yang dibisikkan oleh hatinya, dan Kami lebih dekat kepadanya daripada urat lehernya” (QS. Qaf (50): 16)

Menurut Sayyid Muhammad bin Alwi al-Maliki, pengertian ayat di atas seperti ini. Allah swt. menjadikan kita dan dia pun tahu apa yang terbesit dalam hati kita. Allah lebih dekat dengan kita dengan ilmunya, daripada urat leher kita[1]. Baca lebih lanjut

Demi Masa…

demi masaبسم الله الرحمن الرحيم

وَالْعَصْرِ (1) إِنَّ الْإِنْسَانَ لَفِي خُسْرٍ (2) إِلَّا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ (3

“1. Demi masa. 2. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian,3. kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran.”(QS. Al-Ahsr)

Wal-‘Ashr? Menurut sebagian Ulama, maksud Wal-Ahsr ini adalah Ad-Dhar, masa. Demi masa. Kenapa masa menjadi sumpah dalam al-Qur’an? Baca lebih lanjut