Imam Ahmad bin Hanbal Ber-tabarruk

rambut-nabiDiceritakan, Imam Ahmad bin Hanbal memiliki tiga rambut Nabi Muhammad saw.. Beliau berwasiat agar salah satu rambut itu diletakkan di salah satu mata beliau, satunya diletakkan di mata yang lain, satunya lagi diletakkan di mulut beliau.

Abdullah bin Imam Ahmad, putra Imam Ahmad bin Hanbal juga bercerita, “Suatu ketika saya melihat ayah mengambil rambut Nabi Muhammad saw.. Lalu meletakkannya di mulut dan mengecupnya. Menurut saya beliau juga meletakkan rambut itu pada dua mata beliau dan mencelupkannya ke dalam air. Kemudian, meminumnya. Beliau berharap sembuh berkah rambut Rasulullah saw. itu.

Di cerita yang lain, pada suatu malam, seorang saleh bermimpi Imam Ahmad bin Hanbal. Orang saleh itu pun bertanya, “Apa rahasianya, kenapa kuburan sampeyan dikecup padahal yang lain tidak?” Imam Ahmad pun menjawab, “semua itu bukan karomah saya, tapi karomah Rasulullah saw.. Sebab, rambut Rasulullah bersama saya.[1]

Baca lebih lanjut

Iklan

Ingin Membawa Rambut Nabi Ke Liang Lahad

rambut-nabiPara sahabat memang begitu mencintai Nabi Muhammad saw.. Apa yang melekat pada diri nabi menjadi dambaan mereka. Mereka juga percaya bahwa sesuatu yang pernah menyentuh Rasulullah itu memiliki berkah. Mereka pun berebutan untuk mendapatkan berkah itu. Bahkan, mereka ingin membawa rambut Rasulullah ke liang lahad untuk tabarrukan. Mungkin karena berkah rambut Rasulullah itu Allah menyelamatkannya dari siksa.

Hal itu tercermin dari banyak hadis. Diantaranya Hadis yang menceritakan Sahabat Anas bin Malik. Pada suatu kesempatan, Sahabat Anas bin Malik berkata kepada Tsabit al-Bunani, “Ini adalah rambut Rasulullah saw.. Letakkanlah dibawah lidahku!” Tsabit al-Bunani menuruti permintaan Sahabat Anas. Ketika sahabat Anas dikebumikan, rambut itu ikut ke liang lahad, berada di bawah lisannya.

Di kitab yang lain juga disebutkan, suatu ketika Ummu Sulaim, perempuan mahram paman-paman nabi menghampar tikar dari kulit yang disamak untuk Rasulullah saw.. Nabi pun tidur qoilulah di tikar itu. Ketika nabi tidur, ibu sahabat Anas itu mengambil keringat nabi. Ummu Sulaim juga memungut rambut-rambut nabi yang jatuh berserakan. Lalu dikumpulkan dalam sebuah botol. Kemudian dicampur dengan minyak wangi dalam suatu wadah. Baca lebih lanjut

Rambut Rasulullah Saw. Sebagai Obat

rambut-nabiDiceritakan bahwa Ummu Salamah, istri baginda Nabi Muhammad saw. memiliki beberapa helai rambut baginda nabi. Rambut itu disimpan di sebuah wadah kecil serupa genta. Jika ada orang sakit maka orang itu akan mengirimkan wadah yang dipenuhi air pada Ummu Salamah. Mereka berharap penyakit itu hilang berkah rambut Rasulullah saw..

Ketika mendapat kiriman wadah, Ummu Salamah mencelupkan rambut Rasulullah saw. di wadah itu. Kemudia mengembalikannya pada pengirim. Si pengirim pun akan meminum air dari Ummu Salamah. Kadang juga dibuat membasuh sekujur tubuhnya. Setelah itu sakit mereka akan sembuh. Berkah rambut Rasulullah saw..[1] Baca lebih lanjut

Peci Sayyidina Khalid dan Rambut Rasulullah saw.

rambut-nabiAdalah Khalid bin Walid. Salah satu sahabat yang bertabarruk dengan rambut Rasulullah saw.. Hal itu dia ceritakan sendiri pada perang Yarmuk. Waktu itu, perang berkecamuk. Tanpa sengaja, peci yang dikenakan  Sayyidina Khalid jatuh. Beliaupun mencari peci itu. Beliau juga memerintah pada tentara-tentaranya untuk mencari peci itu. Tak lama kemudian, para tentara menemukan peci itu kotor. Sayiidina Khalid kemudian bercerita, “Suatu ketika Rasulullah saw. melakukan ibadah umrah. Setelah selesai, beliau mencurkur rambutnya. Orang-orang berebutan untuk mendapatkan rambut beliau. Saya mendahului mereka dan mendapatkan rambut beliau bagian ubun-ubun. Saya letakkan rambut itu di peci. Maka, setiap saya berperang dan membawa peci itu, saya pasti menang.”[1]

Pada perang Yamamah, juga ada cerita unik tentang peci Sayyidina Khalid itu. Pada perang itu, peci Sayyidina Khalid terjatuh. Sayyidina Khalid susah bukan kepalang. Sekali-kali beliau mencari-cari peci itu. Tentu, hal demikian membuat sahabat yang lain bertanya-tanya. Kenapa Sayyidina Khalid lebih mementingkan peci dari pada keselamatannya sendiri? Mereka tidak menerima apa yang dilakukan Sayyidina Khalid. Mengetahui hal itu, Sayyidina Khalid langsung menjelaskan yang sebenarnya. “Saya melakukan itu bukan semata-mata karena peci itu, tapi karena rambut Rasulullah saw. yang ada di dalamnya. Supaya berkahnya tidak rusak dan tidak jatuh di tangan orang-orang musyrik.”[2] Baca lebih lanjut

Mengantri Ingin Mendapatkan Rambut Rasulullah saw..

rambut-nabiPara sahabat memang begitu perhatian pada sesuatu yang berhubungan dengan Rasulullah saw.. Mereka akan berusaha keras mendapatkan kenang-kenangan dari beliau serta menjaganya. Begitu banyak hadis yang menjelasakan hal itu. Misalnya, ketika para sahabat mengantri untuk mendapat sehelai rambut Nabi Muhammad saw.. Sebagaimana yang diceritakan oleh sahabat Anas, “Saya pernah melihat Rasulullah saw.. sedangkan tukang cukur berada di belakang beliau. Para sahabat mengelilingi beliau. Mereka tidak ingin rambut beliau jatuh kecuali pada tangan seseorang[1].”

Di sisi lain, Rasulullah saw. tidak mempermasalahkan apa yang dilakukan oleh para sahabat itu. Beliau memberi lampu hijau pada mereka untuk mengambil rambut beliau, bahkan tampak menganjurkan untuk menyimpan rambut beliau. Hal itu bisa dilihat dari hadis sahabat Anas yang lain. Sebagaimana yang tertera dalam Musnad Abi Awanah, bahwa Rasulullah saw. memerintah tukang cukur untuk mencukur rambut beliau. Tukang cukur itupun mengiakan perintah beliau. Setelah bagian kanan selesai, Rasulullah saw. menyerahkan potongan rambut itu pada sahabat Abi Talhah. Kemudian, tukang cukur mencukur rambut bagian yang lain. Setelah selesai, Rasululullah saw. memerintahkan untuk dibagikan kepada orang-orang[2]. Baca lebih lanjut

Rambut Rasulullah Membawa Berkah

rambut-nabiDi suatu kota, terdapatlah seorang laki-laki. Dia pedagang ulung. Hartanya melimpah. Namun, dia tidak dapat menikmati harta itu dalam waktu yang lama. Kematian merenggut segalanya. Dia masuk ke liang lahad hanya membawa kain kafan. Harta yang ia miliki menjadi warisan.

Laki-laki itu memiliki dua putra. Mereka sepakat harta peninggalan sang ayah dibagi dua. Namun, masalah muncul ketika ingin membagi tiga helai rambut Rasulullah saw.. Masing-masing kakak adik itu mengambil satu helai. Tinggal satu helai rambut yang belum dibagi.

“Satu helai rambut yang tersisa kita potong dua.” Usul sang kakak.

Akan tetapi, sang adik tidak menerima usulan si kakak. Dia tidak rela memotong rambut baginda nabi Muhammad saw..

“Kalau gitu, bagaiamana kalau kau ambil saja tiga rambu ini. Imbalannya, aku akan mengambil semua harta waisan. ayah” Ucap si kakak lagi.

“Oke.” Jawab adik mantap.

Si kakak pun mengambil semua peninggalan ayahnya, sedangkan sang adik, hanya mendapat tiga helai rambut Rasulullah saw.. Rambut itu diletakkan di kantong bajunya. Ketika melihat rambut itu, sang adik bersalawat kepada nabi. Baca lebih lanjut

Puasa Asyura Media Penghapus Dosa

Asyura-1Mungkin kata Asyura’ sudah tidak asing lagi bagi kita. Kita sering mendengar dari sahabat-sahabat terdekat. Kita juga sering membaca status-status di medsos tentang hari mulia ini. Kita juga tahu bahwa pada hari ini disunahkan berpuasa. Tak heran, pada Asyura ini biasanya di pesantren-pesantren diadakan puasa masal. Di sekolah-sekolah Islam, baik negri atau swasta, pak guru dan bu guru juga menyarankan para siswa-siswi untuk berpuasa.

Lalu, apkah gerangan keutamaan berpuasa pada hari Asyura’?

Perlu dicatat, sebelum Islam menganjurkan untuk berpuasa pada hari Asyura’, orang Yahudi sudah lebih dulu berpuasa. Penjelasan itu diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim. Ketika Rasulullah saw. datang ke Madinah, beliau mendapati orang-orang Yahudi sedang berpuasa pada hari Asyura’. Lalu, Rasulullah Shollallohu ‘Alaihi Wa Sallam bertanya kepada mereka, “ Sekarang hari apa, kalian kok berpuasa?” Baca lebih lanjut